Tulisan kami ambil dari akun FB Retno Bu’e NinNauf dan atas izin yang bersangkutan.
Semoga bermanfaat.
KUTITIPKAN DENGAN BISMILLAH
Pagi itu menjadi pagi yg syahdu krn ibukmu ini sedari malam sangat antusias menyiapkan perbekalan utk ke pondok ; memastikan agar barang bawaan tdk ada yg tertinggal.
Kami tiba satu jam lebih awal dr jadwal. Hal itu merupakan sebuah prestasi krn kami tipe org yg tdk bisa “on time”, sampai di pondok kita mengisi absensi..wow, nomer satu pulak 😍 benar2 sejarah bagi kami sekeluarga 😄
Msh ada satu jam bahkan lebih krn molor msh banyak santriwati yg dtg lalu lalang. Ibuk memilih duduk plg depan krn ibuk tdk ingin melewatkan satu pesanpun…ketika ibu2 dr temenmu duduk bercerita asyik ttg persiapan anaknya ke pondok, mulut ibu rasanya kaku, dada ibu begitu sesak penuh haru 😢
Betapa tidak, kebersamaan yg sangat solid tidak adanya sekat antara santriwati lama dan baru ; kakak2 santriwati dg ringan tangan & cekatan lgs membawa barang adik2 santriwati baru masuk ke dlm kamar. Saking semangatnya ibu dan calon santriwati blm masuk brgnya sdh nyampe kamar duluan 😅
MasyaAllah…❤
Suasana semakin ramai semakin banyak orang berdatangan, dada ibuk makin sesak rasanya…hingga tibalah acara inti khotbah ta’aruf pondok dg wali ; dipaparkan segala urusan persoalan pesantren.
Singkat cerita selesailah acara inti ; kita diberikan waktu utk kembali membersamai anak2 smp waktu yg ditentukan. Sebagian mengurus administrasi sebagian duduk mendampingi anak2 dikamar saling berkenalan bertukar cerita.
Kamu, adl yg pertama menghuni rahim ibuk
Kamu, adl yg pertama mengajari ibuK apa arti bersabar ;
Dalam 9 bulan bersabar menunggu kamu tumbuh dalam rahim 🤗
Saat kopi pagi tak lagi enak sejak ada morning sickness
Saat bau nasi matang tak lagi menggugah selera makan
Saat meringis bahagia ketika kaki kecilmu menendang ; dan
Saat tersenyum lega melihat engkau lahir di dunia
Tak sedikitpun wajahmu menampakkan kesedihan, kamu yg berbaur asyik bersama teman2, kamu yg tegar seperti biasanya…membuat kami takut berlama2 disana ; takut merusak mood mu yg sedang menyala membara dlm suasana baru ; memutuskan agar kami segera berpamitan.
Iya, kamu anak ibuk ; anak pertama yg kuat yg sdh srg ibuk tinggal (berpisah sementara) seakan biasa saja…membuat kami tegar, bakoh tidak menangis didepanmu dan teman2mu.
Ya Allah…hamba titipkan anak hamba dengan Bismillah, genggamlah hatinya agar lembut…kuatkan dan berikanlah kesabaran agar ia bisa melewati setiap prosesnya dg mudah. Jagalah ia utk kami…kelak jadikanlah ia anak yg sholiha.aamiin
Saat kami berbalik dan menjauh kami memohon agar kau tetap kuat agar kau tdk menangisi kepergian kami krn semua ini hanyalah sementara nak, hanya berpindah tempat tidur saja. Dalam perjalanan pulang pun kami msh kuat tegar malah ngobrol seputar pondok…ketika sampai dirumah dan hari mulai gelap mengapa air mata ini tdk bisa berhenti, dada ibuk sesak sekali..apalagi setelah ibu selesai sholat dan berdoa memohon kepada Sang Maha Kuasa, slide demi slide kenangan masa kecilmu lewat di depan mata ibuK 😭
Ingin rasanya ibuk memanggil namamu…astaghfirullah, mengapa rasa kangen ini sudah membuncah padahal br tadi pagi kami berpisah. Ibuk br menyadari kalo ibuk sudah tidak leluasa memanggil2 namamu 😭
Bahkan sampai sekarang (2 hr keberadaan mu dipesantren) ini ditulis, air mata ibuk msh srg tumpah..ternyata rasanya ditinggal itu sangatlah tidak enak 😢 maafkan bapak dan ibuk ya nak jika kami srg melakukannya pada kalian 🙏
Air mata yg mengalir ini bukanlah air mata kesedihan, tp air mata bahagia orang tua yg anaknya pergi jauh menuntut ilmu dengan segala resiko dan segudang ilmu yg insyaAllah berguna Fiddunya wal akhirot…aamiin
Di pesantren kau akan belajar banyak sekali nak, saking banyaknya sampai tidak bisa dijabarkan dg kata2 💕
Ridhoilah jalannya menuntut ilmu ya Allah..lembutkan hatinya, mudahkanlah setiap prosesnya. Lindungilah dia…Rabbi habli minash sholihiin
Kami selalu berdoa mendukungmu dari rumah, tetaplah semangat utk mengejar cita2 mulia 😊 menggapai ridhoNya
Ibukmu yg sdh kangen,
Solo, 9 juli 2019